LAPORAN Partnership Program
(Hanoi, VIETNAM, 12-17 Desember 2008)

Peserta:
7 SMK Jakarta (7 orang)
4 SMK Surabaya (8 orang), ada 1 sekolah yang lebih dari 1 orang
3 SMA Jakarta (3 orang)
1 SMP Jakarta (1 orang)
2 orang dari Dikmenti Jakarta

Staff SEAMOLEC:
Timbul Pardede, Cahya, Ade Hendraputra

Tim HOU:
Prof. Phan Van Que, Dr. Vuong, Ms. Thu, Ms. Trang, Ms. Thao, Ms. Vuong, Ms. Lan

Pelaksanaan:
12 Desember 2008 (Jumat)

  1. Rombongan tiba di Hanoi, 12 Desember dalam 2 rombongan. 13 orang dengan SQ tiba pukul 13.00 dan 10 orang dengan MH tiba 17.00. Penjemputan di bandara sangat baik dan profesional oleh HOU. Salah satu yang dapat kita pelajari. Mereka ada sekitar 3 orang untuk melayani kita.
  2. Malam hari (19.00) pertemuan dengan KBRI. Ditemui oleh Pak Nyoman, mewakili Dubes. Diskusi tentang info update tentang pendidikan Vietnam.

Prof Que dari HOU ikut dalam pertemuan dan menyampaikan sambutan. Dia berharap program ini akan berhasil. HOU bekerja keras agar program ini berjalan sesuai harapan SEAMOLEC.
Info menarik dari Pak Nyoman bahwa di Hanoi vocational school ada, namun bukan SMK seperti di Indonesia.

13 Desember 2008 (Sabtu)

  1. Karena HOU libur pada hari Sabtu, maka propose jadwal yang saya buat dirubah oleh HOU. Agendanya menjadi cultural tour di Halong Bay. HOU menyewa agent travel 2 hari di Halong Bay.
  2. Pelajaran buat kita juga, Prof. Que bersedia mendampingi kami ditambah 3 orang staf HOU, sebagai pendamping kita dalam tour, disamping 1 orang dari agent wisata.
  3. Semua peserta puas, karena memang Halong Bay sangat indah.
  4. Kami semua menginap di Halong Bay.
  5. Di Halong Bay, pada saat peserta pergi shopping market, saya diskusi dengan Prof. Que dan Ms. Trang untuk strategi acara 3 hari ke depan. Serta agenda kunjungan staff HOU ke SEAMOLEC dan program game technology di HOU.
  6. Dalam diskusi, HOU mohon maaf hanya dapat menyediakan: 2 vocatinal schools, 1 SMA dan 1 SMP. Salaha satu vocationl school adalah baru berdiri 2 bulan lalu. Sedangkan SMA dan SMP adalah yang terbaik di Hanoi.
Desember 2008 (Minggu)
  1. Dini hari, terjadi kejadian (musibah). Peserta dari Surabaya, Alifa dan Nurmala, kamarnya dimasuki pencuri. Handphone dan tas mereka yang berisi uang dan dokumen dicuri. Saat polisi setempat melakukan investigasi, beruntung tas ditemukan di sebelah luar jendela mereka. Uang dan Handphone raib. Polisi menyatakan pihak hotel yang lalai.
  2. SEMOLEC, HOU dan agent travel berusaha agar ada re-fund atas nilai kehilangan. Akhirnya hotel dan agent travel mengganti 50 persen dari nilai uang dan handphone, US 1,000.00 (karena kerugian ditaksir sekitar US 2,000.00)
  3. Siang hari kembali ke Hanoi.
  4. Di tengah perjalanan kami mampir ke “Continuing Education Centre”. Dalam acara tersebut selain diskusi dengan Direktur Center, juga dilaksanakan “launching” kelas baru. Mereka sangat berterima kasih ke Indonesia, karena bersedia berkunjung dalam acara tersebut.
  5. Center ini merupakan pusat pendidikan lanjutan (continuing education) dimana siswanya memiliki latar belakang pendidikan dan usia yang berbeda.

15 Desember 2008 (Senin)

  1. Pagi hari sebelum visit schools, kami diajak ke Hanoi Retraining College for teachers and Educational Managers (semacam P4TK di Indonesia). Institusi ini selain berfungsi sebagai pusat pelatihan guru,staff,dan kepala sekolah, juga berfungsi seperti sinas pendidikan propinsi.
  2. Prof. Que meminta kita terlebih dahulu ke sana, karena institusi inilah yang berhak untuk melakukan hubungan internasional untuk peningkatan sumber daya manusia terhadap semua sekolah yang ada di Hanoi.
  3. Momentum terbaik adalah kita SEAMOLEC MoU dengan Center tersebut, dengan saksi HOU.
  4. Benar saja dengan modal MoU tersebut, kunjungan ke sekolah sangat lancar. Sangat berpengaruh MoU tersebut.
  5. MoU yang sidah ditandatangani oleh Center dan HOU belum slgn oleh Direktur. Saya hanya paraf. Sehingga 3 dokumen yang saya ke SEAMOLEC, setelah ditandatangani Direktur segera dikirim kembali ke Vietnam.
  6. Kunjungan ke sekolah dibagi 4 rombongan. 3 rombongan di dampingi oleh 1 staf SEAMOLEC dan 1 sampai 2 staf HOU. Kecuali yang SMA hanya didampingi 1 staf HOU, karena SEAMOLEC hanya ada 3 orang.
  7. Hasil kunjungan di Hanoi Vocational School for Mechanism:
  8. Peserta: SMK 30 Jakarta, SMK 33 Jakarta, SMK 57 Jakarta, SMK 27 Jakarta, SMK 1 Surabaya, SMK 11 Surabaya, SMK 5 Surabaya, SMK 2 Surabaya
  9. Pendamping: Timbul, Prof. Que dan 2 orang staff HOU
  10. Temuan: ternyata sekolah yang kami kunjungi adalah BLK.
  11. Tidak ada pelajaran normatif dan deduktif. Hanya ada mata pelajaran deduktif.
  12. Ternyata setelah SMP, ada 2 jenjang pendidikan lanjuta. Yang nilainya bagus melanjutkan ke Vocational school (college) dan yang nilainya rendah disalurkan ke BLK.
  13. Setelah dari college mereka langsung bekerja atau dapat melanjutkan ke university.
  14. Alumni yang kerja di BLK, merupakan tamatan siap kerja. Karena sudah ada perusahaan yang menampung (40 km dari sekolah mereka). Disamping itu banyak juga dikirim ke luar negeri atas permintaan Jepang dan Korea.
  15. Diputuskan tidak Mou dengan mereka.
  16. Setelah diskusi dengan Prof. Que, yang pariwisata MoU dengan faculty of tourism of HOU untuk mata program English for tourism.
  17. Hasil kunjungan di vocational school yang lain, baru berdiri 2 bulan yang lalu (Tran Hung Dao Vocation College):
  18. Peserta dari Indonesia dari SMK 5 Surabaya, SMK 1 Surabaya, SMK 2 Surabaya, SMK 32 Jakarta, SMK 38 Jakarta, SMK Jayawisata Jakarta
  19. Pendamping: Ms. Cahya dan 2 staff HOU
  20. Merupakan pendidikan akademi teknik setara dengan politeknik ( pendidikan 3 tahun dengan fokus kepada IT, Welding, Metal cutting, dan Akuntansi)
  21. Kita presentasikan tentang JENI, SMK Teknik ( SMK 5 Surabaya) dan, SMK Pariwisata. Yang sangat menarik disini adalah presentasi dari SMK Pariwisata menggunakan vidio sehingga fasilitas dan kegiatan sekolah lebih bisa tersampaikan dengan baik. Sehingga walaupun mereka tidak memiliki jurusan pariwisata, mereka tertarik dengan vocational school pariwisata yaitu di SMK 32 Jakarta.
  22. Next, mereka akan merencanakan mengirim siswanya belajar ke Indonesia di bidang pariwisata, setelah kelas 12, dengan terlebih dahulu memantapkan bahasa inggris siswa tersebut baik di Vietnam maupun di Indonesia.
  23. Untuk setahun kedepan kita bersepakat untuk bekerja sama di bidang bahasa inggris dalam collaborative learning. MOU dan Action Plan telah ditandatangani.
  24. Hasil kunjungan ke SMA Hanoi (Tay Ho School):
  25. Peserta: 3 SMA dari Jakarta
  26. Pendamping: staff HOU
  27. Mereka sangat tertarik untuk dapat bekerjasama dengan SMA Indonesia.
  28. Fasilitas sekolah, walaupun mereka yang terbaik di Hanoi, menuru laporan teman-teman dari SMA Jakarta, kita masih lebih unggul.
  29. Namun ada beberapa hal yang baik untuk dapat diterapkan di sekolah SMA di Indonesia. Secara umum mereka bersedia untuk membuat collaborative learning di semua pelajaran.Mereka akan mencoba untuk berdiskusi terlebih dahulu secara online untuk melihat material mana yang bisa dibuat collaborative learningnya.

Hasil kunjungan ke SMP Hanoi (TTHCSPTTH Hanoi):

  1. Peserta: SMP DK-UT Jakarta
  2. Pendamping: Ade Hendra puta dan 1 staff HOU
  3. Situasi sekolah hampir sama dengan di SMA, sempat ada tanya jawab dengan siswa SMP dengan bahasa inggris yang minimal.
  4. Siswa SMP belum memiliki akses terhadap internet, tetapi telah ada koneksi internet bagi Staff di sekolah tersebut. Oleh karena itu, komunikasi dengan pihak sekolah tetap bisa dilaksanakan, dan kita harapkan collaborative learning dapat terwujud sehingga murid-murid SMP disana dapat berkomunikasi dengan murid di Indonesia lewat internet.
  5. Mereka bersedia dan ingin berkolaborasi dengan SMP di Indonesia

Desember 2008

  1. HOU mengundang delegasi Indonesia ke HOU
  2. Selain pertemuan dengan HOU, juga penandatanganan MoU antara SMK dari Jakarta dengan Faculty of Tourism of HOU.
  3. Pertemuan di bagi 2 ruang. Satu rombongan diskusi tentang HOU, dan rombongan SMK Jakarta diskusi dengan Vice Dean of Tourism Faculty terkait next program MoU.
  4. HOU menjamu lunch.
  5. Sebagia peserta Indonesia (semuanya dari Surabaya dan 2 dari Jakarta) setelah lunch kembali ke Indonesia, karena tiket MH untuk tanggal 17 Desember penuh.
  6. 10 peserta yang masih tinggal (semuanya dari Jakarta) plus staf SEAMOLEC, setelah lunch berkunjung ke KBRI, untuk melaporkan hasil kerja di Hanoi. Diterima oleh Pak Nyoman.
  7. Pak Nyoman sangat respect kepada SEAMOLEC, karena sangat baik dalam meng-arrange program ini sehnigga berjalan sukses.
  8. Salah satu point positif yang diberikan KBRI, sangat jarang institusi yang berkunjung ke Indonesia melakukan hal seperti yang dikerjakan SEAMOLEC, yaitu datang di awal berkunjung ke KBRI untuk mengenalkan diri dan berdiskusi untuk mengenal vietnam. Dan di akhir program datang kembali ke KBRI untuk pamitan dan laporan
  9. Untuk itu walaupun KBRI tidak punya atase pendidikan, mereka akan membantu next program dari kunjungan ini. Mereka meminta photocopy MoU antara Indonesia dan Vietnam. Agar dapat mengikuti perkembangan dan membantu hal-hal yang diminta terkait kerjasama sekolah.

Desember 2008

Peserta kembali ke Tanah air

Hasil MoU:

  1. SEAMOLEC denga P4TK/Dinas Pendidikan Propinsi Hanoi. Saksi HOU
  2. 5 SMK Jakarta MoU dengan HOU (Tourism Faculty)
  3. 4 SMK Surabaya dan 5 SMK Jakarta MoU dengan Tran Hung Dao Vocation College
  4. 3 SMA Jakarta  MoU dengan Tay Ho School
  5. 1 SMP Jakarta MoU dengan TTHCSPTTH Hanoi

Rekomendasi HOU/Prof Que:
Untuk kunjungan berikutnya ke Hanoi akan lebih baik lagi dan mohon jauh-jauh hari sudah dapat dipastikan sekolah yang akan berkunjung, sehingga lebih banyak sekolah di Hanoi yang dapat disiapkan. Selanjutnya hubungan sekolah Hanoi dengan sekolah di Indonesia akan melalui SEAMOLEC sebagai coordinator program ini.

Jakarta, 18 Desember 2008
Tim Partnership Program Indonesia Vietnam
Timbul Pardede
Cahya Kusuma Ratih



Copyright 2009, SEAMEO SEAMOLEC. All right reserved

Budgeting

Return air fare: Jakarta - Asean Countries - Jakarta (at cost by participants, estimate 400$-800$).

Return air fare hometown-Jakarta-hometown (at cost by participants).

Accomodation and meals of pre-departure training at SEAMOLEC and for 6 days in ASEAN Countries (estimate: 400$).

Blue passport and exit permit for PNS (at cost by participants, estimate: range of 300.000 IDR - 400.000 IDR).

Green passport for non PNS (at cost by participant).

International airport tax (100.000 IDR by participants).

1 year program maintanance by SEAMOLEC and coordinator partners (estimate: 100$)

Budget resources

Participating schools,
Provicial office of education,
Ditjen PMPTK (dit. profesi pendidikan, ketenagaan, etc),
Ditjen Dikdasmen (dit. PSMP, PSMA, PSMK),
Bureau of Planning and International Cooperation Mone,
SEAMOLEC,
Donors.